DAPAT uang dari blog? Emang bisa? Bagaimana caranya mendapatkan uang dari blog? Benarkah blog bisa menjadi bisnis yang menjanjikan?
1. Bukan cara cepat jadi kaya
2. Perlakukan sebagai bisnis
3. Konten tetaplah raja.
4. Media sosial adalah ratu
5. Utamakan kenyamanan pengunjung
Sumber : media.kompasiana.com
Blog, memang dapat menjadi wahana
mendapatkan uang. Banyak blogger yang sudah membuktikannya. Tak hanya di
luar negeri. Di Indonesia pun sudah lumayan banyak blogger yang sudah
merasakan nikmatnya rupiah atau dollar dari atau karena blog. Para
Kompasianerpun tentu ada yang diam-diam (atau terang-terangan) sudah
merasakan asyiknya uang dari aktivitas ngeblog.
Lalu, bagaimana caranya mendapatkan uang
dari blog? Sebelum membicarakan caranya, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan terkait mendapatkan uang dari blog. Berikut beberapa di
antaranya.
1. Bukan cara cepat jadi kaya
Anda mungkin pernah atau sering melihat
iklan yang mengklaim bahwa Anda bisa menjadi kaya dalam waktu singkat
melalui internet. Iklan itu mungkin benar. Namun yang pasti, itu TIDAK
berlaku untuk blog. Blog bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Blog
bukan jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Blog bukan metode menjadi
kaya sekalipun Anda sedang tidur. Tidak. Sama sekali tidak.
Di dunia, banyak blogger yang sudah
menjadi jutawan. Banyak blogger yang setiap bulan mendapatkan puluhan
bahkan ratusan juta rupiah. Namun jelas mereka tidak mendapatkan itu
dalam semalam. Juga tidak dalam setahun.
Untuk menjadi kaya melalui blog, untuk
mendapatkan uang dari blog, ada kata kunci yang mungkin tidak terlalu
disukai. Yakni KERJA KERAS. Hanya dengan bekerja keras Anda bisa
mendapatkan uang.
Selain kerja keras, Anda juga harus
sabar. Membangun blog yang berkualitas itu tidak mudah dan perlu waktu.
Bukan hanya berbulan-bulan namun bertahun-tahun. Ibarat Atletik,
mendapatkan uang dari blog bukan ‘lari 100 meter’ melainkan ‘lari
marathon’.
2. Perlakukan sebagai bisnis
Jika memang ingin serius mendapatkan uang
dari blog, Anda harus memperlakukannya sebagai bisnis. Jadi Anda harus
serius, dan fokus.
Membuat blog yang diperuntukkan sebagai
sumber uang sama seperti Anda membuka usaha di dunia nyata, misalkan
mendirikan rumah makan atau warnet. Tidak mungkin Anda membuka sebuah
rumah makan namun Anda hanya mendatangi rumah makan itu sekali dalam
seminggu, atau satu dua jam setiap hari. Pada tahap awal, Anda tentu
harus mencurahkan waktu di rumah makan. Menata perabot, meramu masakan,
menyambut dan menerima keluhan pelanggan, dan sebagainya.
Hal serupa berlaku pada blog. Jika ingin
mendapatkan uang dari blog, Anda harus serius. Anda harus memikirkan
konten apa yang menarik, membuat jadwal, mencari gambar atau ilustrasi,
mengunjungi sesama blog, menjawab komentar atau pertanyaan pengunjung
dan masih banyak lagi.
Untuk tahap awal, jika masih coba-coba
dan ingin belajar, Anda tentu tak perlu mencurahkan segenap waktu untuk
mengurus blog. Blog bisa ditengok dua-tiga jam sehari. Tapi jika ingin
serius, Anda harus mencurahkan waktu yang lebih banyak untuk blog.
Banyak blogger profesional yang akhirnya melepaskan pekerjaan rutin dan
mencurahkan waktu untuk ngeblog.
3. Konten tetaplah raja.
Pada blog, konten tetap menjadi raja dan
akan tetap menjadi raja. Konten, atau apapun materi yang dipaparkan di
blog (artikel, video, foto, slide, MP3 dsb) adalah yang Anda “jual” di
blog.
Banyak blogger yang ingin meraup uang
dari blog yang berpikir bahwa yang mereka jual adalah iklan. Itu salah.
Pada blog, yang Anda jual adalah konten. Konten itu yang membuat
pengunjung mendatangi blog Anda. Jika konten menarik, akan ada blog lain
yang membuat link. Blog atau tulisan bisa dijadikan rujukan.
Kredibilitas blog naik. Statistik blog (Pagerank, Alexa) akan membaik.
Pemasang iklan pun akan berdatangan, baik yang menawarkan jasa review
atau apa saja.
Karena merupakan raja, maka konten yang
dibuat harus orisinil. Segar. Unik. Bukan hasil mencuri alias copy paste
dari blog atau situs berita dan kemudian diakui sebagai karya sendiri.
Karena konten adalah raja, maka utamakan
konten. Dan bukan iklan. Banyak blogger yang karena “kemaruk” kemudian
menjejalkan iklan sebanyak-banyaknya. Bahkan ada blog yang separuh
halaman adalah iklan. Banyak pengunjung yang harus menekan tombol ‘page
down’ berkali-kali untuk mendapatkan konten karena posisi teratas diisi
sepenuhnya oleh iklan.
4. Media sosial adalah ratu
Jika konten adalah raja, maka media
sosial adalah ratu. Media sosial adalah media tempat Anda menyebarkan
konten ke seluruh dunia. Karena itu sangat penting untuk
mengintegrasikan blog dengan media sosial seperti Facebook, Twitter,
Google+, Pinterest atau yang semacamnya.
5. Utamakan kenyamanan pengunjung
Pengunjung blog merupakan faktor yang
sangat penting. Karena itu Anda harus mengutamakan kenyamanan
pengunjung. Jangan menipu mereka. Jangan membuat mereka tidak betah.
Jangan arogan.
Sebagai ilustrasi, misalnya Anda
mengunjungi sebuah restoran yang memasang iklan “hari ini diskon 75
persen”, dan setelah Anda selesai makan ternyata si pemilik mengatakan “
diskon 75 persen hanya berlaku jika Anda memesan 5 porsi” pasti Anda
merasa tertipu bukan? Begitu juga dengan blog. Jangan membuat pengunjung
tertipu dengan konten. Jika judul tulisan “Bagaimana mendapatkan pacar
dalam lima hari” maka dalam tulisan Anda harus paparkan topik terkait
judul itu, bagaimana langkah demi langkah mendapatkan kekasih dalam lima
hari.
Jadi, jika ingin membuat tulisan
“Bagaimana pisah dengan selingkuhan”, misalnya, pastikan Anda memang
tahu bagaimana caranya dan bukan hanya mereka-reka (ehm ehm).
Jangan buat pengunjung tidak betah dengan
login yang lambat (biasanya login lambat jika terlalu banyak widget).
Pengunjung juga tidak betah jika blog terlalu rame dengan ornamen yang
tidak perlu. Pengunjung juga tidak betah jika sebagai pemilik blog Anda
berlaku arogan, bertindak seolah-olah Anda yang tahu segalanya dan
pengunjung adalah orang bego yang kesasar.Sumber : media.kompasiana.com




0 komentar:
Posting Komentar